pasfmpati.com, Gabus; Pelatihan pembuatan biosaka di Kabupaten Pati kembali menarik peserta dari berbagai daerah dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini menjadi ruang belajar alternatif bagi petani untuk mengenal metode pertanian ramah lingkungan berbasis bahan alami sekitar, di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Sekar Tanjung Desa Tanjunganom Kec Gabus, Kab Pati, Minggu, 19 April 2026.
Seorang peserta asal Pamekasan, Madura, Bandi, mengaku tertarik mengikuti pelatihan untuk memperdalam teknik budidaya organik. Bandi menilai proses pembuatan biosaka tidak terlalu sulit secara teknis, namun membutuhkan ketelatenan dalam praktiknya.
“Saya ingin belajar cara budidaya tanaman organik dan memahami langsung proses pembuatan biosaka. Kalau orangnya sabar mungkin mudah, tapi kalau tidak sabar bisa gagal karena prosesnya harus teliti,” ujar Bandi.
Ia juga menyebut tantangan utama terletak pada pemilihan bahan tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.
Menurutnya bahan harus berasal dari tanaman yang mampu bertahan di musim kemarau serta tidak mudah rusak.
Sementara itu, penyelenggara pelatihan menyebut kegiatan ini rutin digelar dan telah memasuki pelatihan ke-12 selama dua tahun terakhir.
Peserta datang dari berbagai wilayah Indonesia, baik secara langsung maupun daring, meski kapasitas pelatihan masih terbatas.
Penggagas pelatihan Ansar menjelaskan biosaka merupakan metode yang memanfaatkan rumput sekitar sebagai sumber adaptasi tanaman. “Bahan biosaka sangat sederhana, cukup dari rumput sekitar yang mampu membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungannya.”
Ansar menambahkan biosaka bukan pupuk, melainkan sarana transfer kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi lahan setempat. Ia berharap metode ini dapat menjadi solusi murah dan mudah bagi petani dalam meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan relawan baru yang menyebarkan praktik biosaka di berbagai daerah Indonesia. Upaya ini juga menjadi langkah bertahap untuk meyakinkan pemerintah agar biosaka dapat dikaji dan dikembangkan lebih luas.(*)


