Pati, Batangan; Hujan deras semalaman menyebabkan tanggul Sungai Widodaren Desa Ketitangwetan, Batangan, Pati, jebol sepanjang sepuluh meter, dinihari tadi. Luapan sungai kemudian merendam ratusan rumah warga Desa Ketitangwetan dan Raci dengan ketinggian air mencapai limapuluh sentimeter.
Banjir datang mendadak sehingga warga panik menyelamatkan dokumen penting, perabotan rumah, serta kebutuhan pokok keluarga mereka. Genangan air juga melumpuhkan aktivitas masyarakat setelah akses jalan desa tertutup banjir sejak pagi tadi sepenuhnya.
Sejumlah pengendara sepeda motor mengalami kerusakan kendaraan akibat memaksa melintasi arus banjir cukup deras tersebut. Kondisi itu memperlihatkan buruknya ketahanan infrastruktur desa menghadapi peningkatan debit sungai selama cuaca ekstrem berkepanjangan belakangan.
Warga Ketitangwetan, Pardiman, menjelaskan tanggul ambrol setelah Sungai Widodaren gagal menampung kiriman debit air wilayah selatan semalaman.
“Sungai tidak mampu menampung debit kiriman selatan sehingga tanggul ambrol selebar sepuluh meter,” ujar Pardiman.
Anggota Koramil Batangan, Sertu Sukamto, menyatakan curah hujan tinggi memicu kenaikan debit Sungai Widodaren secara drastis semalaman.
“Sedikitnya dua desa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai limapuluh sentimeter,” kata Sukamto kepada awak media siang tadi.
Hingga sekarang, tanggul Sungai Widodaren belum tertangani karena arus sungai masih deras akibat hujan berintensitas tinggi berkelanjutan. Warga mendesak pemerintah segera memperkuat tanggul serta mempercepat normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan meluas.(*)

Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antar kelompok pemuda Desa Wegil dan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kab Pati. Petugas…


