Pati, Juwana; Festival Kali Juwana tahun ini memasuki penyelenggaraan ketujuh dengan mengusung tema besar Sungai Waras Masyarakat Waras secara berkesinambungan. Tema tersebut merupakan kelanjutan gerakan kebudayaan ekologis yang dikembangkan komunitas Jambisawan di sepanjang wilayah Sungai Juwana selama bertahun-tahun.
Koordinator Festival Kali Juwana Ari Subekti menegaskan bahwa persoalan lingkungan sungai tidak boleh diselesaikan hanya lewat pendekatan proyek fisik semata. “Kami tidak melulu persoalan Sungai Juwana diselesaikan dengan pengerukan, pembangunan tanggul, atau bendungan saja,” ujarnya. “Kami ingin semua masyarakat, pemerintah, dan semua elemen mulai menghormati kembali keberadaan sungai ini,” tambahnya.
Ari menjelaskan bahwa Sungai Juwana telah menjadi saksi peradaban masyarakat sekitar jauh sebelum generasi saat ini lahir. Penghormatan terhadap sungai tersebut diyakini akan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat sehingga muncul kesadaran untuk turut merawat lingkungan sekitarnya.
Penyelenggara festival mendorong lahirnya piagam kolaborasi resmi yang melibatkan pemerintah, akademisi, organisasi nonpemerintah, dan perwakilan masyarakat sekitar sungai. Piagam tersebut diharapkan menjadi pengingat komitmen bersama apabila di kemudian hari terjadi kelalaian dalam upaya pelestarian sungai.
Rangkaian festival telah dimulai sejak 26 Juli bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia melalui lomba poster bertema lingkungan. Kegiatan berlanjut dengan aksi bersih-bersih jembatan dan lingkungan sungai pada 2 Agustus mendatang yang melibatkan BBWS, PUPR, dan Balai Sumberdaya Air.
Ari mengungkapkan kondisi Sungai Juwana selama setahun terakhir masih memprihatinkan akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke badan sungai. “Kami masih sering melihat bangkai hewan mengambang di tengah sungai serta berbagai sampah yang dilempar dari atas jembatan,” katanya. “Jadi masih panjang perjalanan kita jika ingin sungai ini kembali bersih seperti dahulu,” lanjutnya.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dua alat berat untuk menormalisasi sungai-sungai di wilayah Kabupaten Pati. “Normalisasi sungai akan kami laksanakan mulai September hingga Oktober mendatang sebelum puncak musim hujan tiba,” ujarnya. “Kami juga terus berkoordinasi dengan BBWS terkait proyek sodetan Sungai Juwana sepanjang sekitar sebelas kilometer,” tambahnya.
Pemerintah kabupaten turut menyiapkan lahan seluas tujuh hektare di Tempat Pembuangan Akhir Banyurip untuk industri pengolahan sampah menjadi energi listrik. Proyek tersebut melibatkan empat kabupaten yaitu Pati, Kudus, Grobogan, dan Jepara dengan target penandatanganan kerja sama pada bulan depan.
Risma menambahkan bahwa pemerintah akan menyediakan truk dan kontainer sampah di setiap kecamatan guna mempercepat proses pengangkutan sampah masyarakat. Festival Kali Juwana ketujuh ini pun menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat Pati untuk memulihkan fungsi ekologis sungai secara berkelanjutan.(*)

27 Juli 2026
Rembang, Kota; Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati menggelar Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan…


