Pati, Kota ; Pemanfaatan kecerdasan buatan mulai memasuki ruang kelas melalui inovasi yang dikembangkan siswa MA Salafiyah Kajen. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan adaptif.
Inovasi itu berangkat dari persoalan sederhana yang sering terjadi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Banyak siswa mengeluhkan suhu ruangan, tingkat kebisingan, serta kondisi kelas yang mengganggu konsentrasi belajar.
Ketua tim pengembang, Muhammad Ibn Arsyad, menjelaskan teknologi tersebut mampu membaca berbagai indikator pendukung konsentrasi belajar. Sistem memanfaatkan data fisiologis dan lingkungan untuk menghasilkan rekomendasi penyesuaian kondisi ruang kelas.
“Kami memantau detak jantung, respons kulit, serta kondisi lingkungan kelas secara real-time melalui sistem. Data tersebut membantu mengetahui apakah suasana belajar sudah mendukung konsentrasi siswa atau belum optimal,” terangnya di ruang rapat Pragola Setda Pati, Kamis kemarin, 11 Juni 2026.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti mengembangkan sistem kelas pintar berbasis Internet of Things dan AI. Sistem bekerja dengan memantau kondisi siswa serta lingkungan kelas secara real-time melalui perangkat terintegrasi.
Perangkat utama terdiri atas smart band, sensor lingkungan, diffuser aroma, dan server pemantauan berbasis digital. Masing-masing perangkat memiliki fungsi mengumpulkan data yang kemudian dianalisis secara otomatis oleh sistem.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, inovasi terbaru telah menggunakan kecerdasan buatan untuk mengolah seluruh data. Sistem tidak lagi bergantung pada analisis manual sehingga respons terhadap perubahan kondisi menjadi lebih cepat.
Guru Pembimbing Krenova MA Salafiyah Kajen, Isyaratu Zakia, mengatakan pembaruan terbesar terletak pada kemampuan analisis sistem. Teknologi kini dapat mengambil keputusan otomatis berdasarkan kondisi yang terdeteksi selama pembelajaran berlangsung.
“Sistem terbaru sudah menggunakan kecerdasan buatan untuk mengolah data dan memberikan rekomendasi otomatis.” “Teknologi ini membantu menciptakan suasana kelas yang lebih fokus, nyaman, adaptif, dan objektif bagi siswa.”
Melalui analisis tersebut, sistem dapat merekomendasikan pengaturan suhu ruangan, pencahayaan, hingga penggunaan aroma tertentu. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kondisi kelas tetap mendukung proses belajar secara maksimal.
Inovasi tersebut telah diterapkan pada satu ruang kelas sebagai bagian dari tahap pengembangan teknologi. Tim peneliti masih mengumpulkan data lanjutan guna mengukur efektivitas sistem dalam meningkatkan konsentrasi siswa.
Selain memberikan manfaat pendidikan, teknologi ini juga menawarkan solusi yang relatif terjangkau bagi lembaga pendidikan. Satu paket perangkat dapat diterapkan pada ruang belajar dengan biaya yang disesuaikan kebutuhan pengguna. Keberhasilan meraih juara dua membuktikan inovasi pelajar daerah mampu menghasilkan teknologi yang menjawab kebutuhan pendidikan modern.(*)

12 Juni 2026
Pati, Kota ; Pemanfaatan kecerdasan buatan mulai memasuki ruang kelas melalui inovasi yang dikembangkan siswa MA Salafiyah Kajen. Teknologi tersebut…

